Pengakuan dan Klarifikasi Etha Bulo Dituduh Menelantarkan TKI di Dubai
Tidak disangka ternyata isu permasalahan Anggota DPR yang menelantarkan para TKI di Dubai makin memanas saja. Anggota DPR yang kena getahnya adalah Etha Bulo, di berbagai media nama Etha bulo sudah tampil di halaman utama dan pembahasan berita utama. Lalau bagaimana Etha Bulo menanggapi permasalahan yang selama ini menyangkut namanya ? Anggota Panitia Kerja Rumah Susun dari Komisi V DPR, Etha Bulo mengaku telah menegur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) saat berada di Dubai.
Tetapi, politisi dari Fraksi Demokrat ini mengaku mereka sama-sama telantar di Dubai. Karena saat itu penerbangan dari Dubai ke Jakarta ditunda karena abu Merapi masih mengancam penerbangan.
“Tahu-tahu kok beritanya jadi begini,” kata Etha Bulo saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 22 November 2010.
Etha bulo membantah keras menelantarkan sekitar 150 TKI yang berada di Bandara Dubai saat penerbangan ditunda. Justru, kata dia, dirinya termasuk orang-orang yang nasibnya tidak jelas karena penundaan penerbangan di bandara dubai. Menurut anggota DPR dari daerah pemilihan Papua, kejadian itu bukan berlangsung di bandara Dubai, tetapi di hotel.
Untuk mengetahui kebenaran dari permasalahan yang selama ini membuat para Anggota DPR Komisi V pusing karena mendapatkan berita yang simpang siur maka Etha Bulo mengklarifikasi melalui wawancara dengan VIVAnews.com:
Apakah bertemu rombongan TKI yang mau pulang ke Indonesia waktu transit di bandara Dubai?
Di bandara kami sama-sama, kami disuruh pulang katanya penerbangan tidak jadi karena takut debu gunung Merapi. Mereka (rombongan TKI) ke hotel dulu baru kami. Karena kami paling terakhir diurusin.
Tahu-tahu kok beritanya jadi begini. Ada apa ini? Mereka (TKI) sama seperti saya mau berangkat tidak jadi. Nasibnya sama seperti saya. Kami sama-sama telantar. Mereka (TKI dan TKW) lebih pintar bahasa Arab, karena mereka rata-rata sudah lebih dari dua tahun di Arab. Nah lalu apa yang bisa kami bantu?
Hanya saja waktu ramai di hotel mereka kan seratusan lebih, saya bilang ‘eh, cari empat orang yang bisa wakili, supaya jangan semua menghadap hotel minta kamar, hanya itu saja.
Sempat menegur dan minta TKI untuk diam karena terlalu ribut?
“Iya. Bayangkan saja kalau 150 lebih TKW ribut di hotel. Bagaimana? Makanya saya bilang, ada nggak dari kalian empat orang yang pintar bahasa Arab untuk meminta kamar.
Jadi ada apa ini? Jangan karena begini ini kami dicari-cari. Jangan dipikir kami mau senang-senang, ini kan tugas saja. Jangan diskreditkan kami (bahwa) kami jalan-jalan, aduh!
Bagaimana soal tuduhan menelantarkan 150 TKI?
Nasibnya sama ya…bagaimana sih. Mohon maaf, mereka pegang boarding pass, saya juga pegang boarding pass, menelantarkan bagaimana sih. Dia terlantar, saya juga terlantar.
Rombongan DPR dan TKI menginap di hotel yang sama?
Sama dengan mereka. Bukan Novotel, apa ya, tapi dekat sama airport, cuma lima menit.
Benarkah sempat menyarankan para TKI itu agar jangan kerja lagi di luar negeri?
Begini, saya kan tanya masih mau pulang nggak, jawabnya nggak. Oh ya sudah, tapi saya bilang kan kalau di Jakarta kan kamu masih bisa tenang-tenang, masih bisa pulang. Kalau gaji Rp1juta-2juta di sini (Dubai) tapi tidak aman buat apa?
Sekarang masalahnya apa, kami ini kasih advis. Sebagai perempuan, saya kasih tahu kamu kan seperti telur di ujung tanduk. Artinya dari berita kami melihat kasihan kan kepada teman-teman (TKW) itu. Sekarang di Jakarta itu bayar Rp1 juta pun mau kok.
Lalu apakah dengan klarifikasi melalui wawancara diatas sudah dapat menjelaskan dan menyelesiakan permasalahan yang menimpa Komisi V DPR terutama Etha Bulo ? kita tunggu saja perkembangan kabar terbaru kasus ini
Tags: Anggota DPR Komisi V, Etha Bulo, Kasus TKI, Menelantarkan TKI di Dubai, Nasib TKI, TKI Terlantar




