Navigation: Jurug.ComHealth → Pengaruh dan Kegunaan Enzim Pada Tubuh

Pengaruh dan Kegunaan Enzim Pada Tubuh

foto enzim pada manusia, jenis-jenis enzim dan makan yang mengandung enzimBanyak pakar menyebutkan bahwa jumlah Enzim adalah Kunci Kesehatan. Enzim adalah katalis protein yang dibentuk di dalam sel-sel makhluk hidup. Pengertian lain dari enzim adalah sebuah unsur yang diperlukan oleh makhluk hidup agar dapat hidup. º% Contoh : sebuah kuncup tumbuh ari biji tanaman karena terdapat enzim yang bekerja. Enzim juga yang bekerja ketika kuncup itu tumbuh menjadi sehelai daun. Aktivitas dalam tubuh manusia juga didukung oleh banyak enzim. Sebagi contohnya aktifitas Pencernaan dan penyerapan, metabolisme sel-sel lama yang diganti oleh sel-sel baru, penguraian racun dn detoksifikasi, semua adalah hasil fungsi enzim. Setiap enzim hanya memiliki satu fungsi.

Enzim berfungsi atau bertanggung jawab atas seluruh fungsi makhluk hidup. Gerakan jari tangan, pernafasan, dan degup jantung, semua aktifitas berkat kerja enzim. Akan tetapi, sistem ini akan menjadi tidak efisien jika setiap enzim yang digunakan untuk suatu aktivitas tertentu diproduksi dalam bentuk finalnya dari permulaan, tanpa memperdulikan kebutuhan tubuh yang terus berubah-ubah (Teori Dr. Hiromi Shinya, MD tentang enzim).

Jika teori ini benar, pada saat suatu organ atau bagian tubuh menggunakan persediaan enzimnya secara berlebihan, maka tubuh akan mengalami kesulitan mempertahankan homeostasis (keseimbangan sistem tubuh), memperbaiki sel-sel, dan menjaga sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem kekebalan tubuh karena organ tersebut menghabiskan enzim pangkal, oleh karena itu, mengakibatkan kekurangan enzim di area-area lain.

Enzim pangkal, dapat menjadi jenis enzim apapun. Saat makanan yang mengandung enzim dikonsumsi, enzim pangkal disimpan dalam tubuh, siap untuk digunakan kapanpun dibutuhkan.

Jumlah enzim pangkal di dalam tubuh menentukan apakah sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik atau tidak. Tanpa henti, tubuh manusia bekerja untuk mempertahankan keseimbangan sistem tubuh. Itulah sebabnya, jika sejumlah besar radikal bebas yang sangat beracun terkumpul dalam tubuh (pada kasus kemoterapi), enzim-enzim pangkal seluruh tubuh berubah menjadi enzim-enzim yang menangkal racun radikal-radikal bebas tersebut. Tubuh berusaha keras menetralisasi kerusakan terbesar yang disebabkan oleh radikal bebas.

Efek samping yang banyak dikenal dari kemoterapi adalah hilangnya nafsu makan, mual, dan rambut rontok, tetapi saya yakin semua gejala itu muncul karena enzim pangkal dalam jumlah besar tengah digunakan untuk menangkal racun. Jumlah enzim pangkal yang terpakai dalam proses detoksifikasi setelah kemo tentu saja sangat besar.

Ada contoh kasus yang sering terjadi di sekitar kita yakni, apabila jumlah enzim pencernaan yang dimiliki seseorang tidak cukup, orang itu mengalami kehilangan nafsu makan. Pada saat yang sama, metabolisme sel melambat karena kurangnya enzim metabolisme dan selaput mukus di lambung, dan usus pun menjadi tidak teratur sehingga menyebabkan rasa mual. Defisiensi enzim metabolisme menyebabkan kulit bersisik, kuku rapuh dan rambut rontok. Nah itu cuma karena berawal dari kekurangan enzim pencernaan saja, bisa mempengaruhi metabolisme tubuh secara menyeluruh.

Kadar enzim pangkal berkurang bersamaan dengan bertambahnya umur. Ada sekitar 5.000 jenis enzim yang bekerja dalam tubuh manusia. Dapat dibagi dua kategori luas : 1 enzim-enzim yang dibuat di dalam tubuh dan 2 enzim-enzim yang datang dari luar dalam bentuk makanan. Di antara enzim-enzim yang dibentuk di dalam tubuh, sekitar 3.000 jenis dibuat oleh bakteri-bakteri usus.

Orang yang mempunyai karakteristik lambung dan usus yang baik adalah menyantap banyak makanan segar yang mengandung banyak enzim. Hal ini tidak hanya berarti mengkonsumsi enzim dari luar, tetapi juga menciptakan lingkungan usus yang kondusif bagi bakteri-bakteri usus untuk memproduksi enzim secara aktif.

Sementara orang yang memiliki karakteristik dan ciri-ciri lambung serta usus yang buruk adalah kebiasaan-kebiasaan gaya hidup yang mempercepat habisnya enzim. Kebiasaan menggunakan alcohol dan tembakau (rokok). Terlalu banyak makan, mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan tambahan makanan. Lingkungan yang menyebabkan stres, dan penggunaan obat-obatan, semua menguras enzim dalam jumlah besar. Hal lain yang menguras enzim dalam jumlah besar antara lain menyantap makanan basi yang memproduksi racun dalam usus besar, terkena sinar ultraviolet dan gelombang elektromagnetik yang menghasilkan radikal bebas sehingga memerlukan detosifikasi oleh enzim, serta stres secara emosi.

Tags: , , , ,

Written by jurug

Leave a Reply

Please copy the string wcnzm1 to the field below: